Rabu, 17 Juni 2015

Cerpen : Kamu Tidak Pernah Gagal Sampai Kamu Berhenti Berusaha



You Never Fail Until You Stop Trying
   

Cerita ini bercerita tentang seseorang bernama Stefan. Stefan drop out dari Kuliah sejak 6 bulan pertama kuliah, tapi kemudian tinggal di sekitar kampus selama 18 bulan atau lebih lama sebelum benar benar berhenti kuliah. Jadi, kenapa Stefan mendapat drop out dari kampus?

Kisahnya dimulai sebelum Stefan lahir. Ibu kandung Stefan adalah masih berstatus mahasiswi saat Stefan hamil dan kehamilan Stefan terjadi karena “kecelakaan” dan ibu Stefan berinisiatif untuk memberikan Stefan kepada seseorang untuk diadopsi. Ibu Stefan bertekad agar Stefan diadopsi oleh keluarga sarjana atau keluarga berpendidikan, maka Stefan pun dijanjikan akan diadopsi oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, ketika Stefan lahir sang pengacara tersebut malah telah mengadopsi anak perempuan untuk diadopsi. Maka orang tua Stefan yang sekaranglah yang ada di daftar berikutnya, lalu calon orang tua Stefan ini mendapat telepon larut malam : “saya memiliki anak laki – laki yang batal di adopsi, apakah anda berminat?” mereka menjawab : “tentu saja”. Setelah beberapa saat ibu kandung Stefan tahu bahwa calon orang tua angkat Stefan tidak lulus kuliah dan calon ayah angkat Stefan tidak lulus SMA. Ibu kandung Stefan menolak menandatangani surat perjanjian adopsi. Akhirnya sikap ibu kandung Stefan melunak, setelah calon orang tua angkat Stefan berjanji akan menyekolahkan Stefan sampai ke perguruan tinggi.

Waktu pun berlalu, kini 17 tahun setelah Stefan diadopsi oleh keluarga orang tua angkatya dan Stefan benar benar kuliah. Namun naifnya Stefan memilih universitas yang sama mahalnya dengan stanford (10 universitas termahal saat itu), sehingga seluruh tabungan orang tua Stefan yang hanya bekerja sebagai buruh habis sia-sia begitu saja untuk awal biaya kuliah. Stelah 6 bulan kuliah, Stefan merasa tidak dapat manfaat apa – apa dari kuliahnya. Stefan tidak tahu harus berbuat apa kala itu dan bagaimana kuliah dapat menemukan solusi dari masalah di dalam dirinya. Stefan telah menghabiskan seluruh tabungan orang tua angkatnya yang telah dikumpulkan selama seumur hidup orang tua angkatnya. Maka saat itu Stefan memutuskan untuk berhenti kuliah, dengan keyakinan kuat bahwa berhenti kuliah adalah keputusan yang terbaik.

Setelah DO, Stefan berhenti mengikuti kelas wajib selama kuliah yang tidak Stefan minati dan mulai mengikuti pelajaran yang Stefan suka saja. Masa masa setelah Stefan DO tidak begitu menyenangkan. Stefan tidak memiliki kamar asrama karena Stefan sudah di DO oleh kampus sehingga Stefan menumpang dilantai kamar teman-temannya. Saat itu Stefan mengembalikan botol coca-cola dan akan mendapat uang sekitar 5 rupiah untuk membeli makanan. Dan Stefan berjalan kaki sejauh 7 mil untuk mendapatkan makanan gratis setiap minggunya di sebuah tempat ibadah orang hindu yang membagikan makanan setiap minggunya kepada kaum kaum yang kurang mampu.

Setelah sekian lama tidak memiliki kegiatan yang tak berarti, Stefan mengikuti kelas kaligrafi dikampusnya biarpun Stefan telah di DO tetapi untuk mengikuti kelas yang diperlukan hanya menunjukan kartu tanda mahasiswa saja pada saat itu, dan dosen tidak mengetahui bahwa Stefan merupakan mahasiswa jurusan lain yang telah di DO. Didalam kelas kaligrafi Stefan belajar huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap oleh sains.

2 tahun berlalu setelah Stefan DO dari kampusnya dengan ilmu kaligrafi yang ia dapatkan selama 12 bulan di kelas kaligrafi dan tidak tahu harus menggunakan ilmu kaligrafi yang ia ketahui untuk apa. Saat itu Stefan pulang kerumah orang tua angkatnya setelah 3 tahun merantau di DO di 6 bulan pertama dan tentu saja tanpa gelar. Dan akhirnya Stefan tau untuk apa ilmu kaligrafi yang ia dapatkan semasa kuliah Saat itu Stefan berusia 20 tahun Stefan bertemu temannya yang bernama Wiz dan memulai sebuah project di garasi orang tua Stefan project sebuah computer bertipografi cantik pertama pada saat itu (akhirnya ilmu tipografi Stefan berguna untuknya) , mereka bekerja keras dalam 10 tahun terakhir dan dalam 10 tahun project mereka berdua telah menjadi sebuah perusahaan bernilai lebih dari 2 miliyar Rupiah dan memiliki 4000 lebih karyawan. Stefan dan Wiz meluncurkan computer terbaik mereka setelah satu tahun berikutnya dan sukses dipasaran. Dan saat itu usia Stefan adalah 29 tahun dan ia memiliki perusahaannya sendiri, sangat hebat. Namun kehebatannya pupus karena setelah ulang  tahun Stefan yang ke 30, Stefan dipecat dari peusahaannya sendiri, dan Stefan berteriak dari dalam dirinya : “bagaimana bisa saya dipecat dari perusahaan yang saya bangun”.

Tapi itulah yang terjadi setalah perusahaan yang Stefan dan Wiz dirikan sukses mereka memulai mengajak orang yang kompeten untuk perusahaannya. Satu tahun pertama kedua pihak berjalan lancar sesuai visi misi mereka, namun ditahun kedua mereka tak sepaham dalam visi perusahaan yang Stefan bangun ini, tetapi pihak komsaris tidak berpihak pada Stefan dan akhirnya menendang Stefan dari perusahaan yang Stefan bangun sendiri, menyedihkan. Beritanya pun menyebar apa yang telah Stefan bangun seperti sirna sia sia, sungguh menyakitkan. Stefan merasa sangat gagal setelah masa itu tidak memiliki semangat sama sekali dan seperti ingin lari dari kenyataan.

Namun, waktu pun berlalu semangat Stefan pun timbul kembali karena Stefan sadar bahwa Stefan masih mencintai pekerjaannya. Apa yang terjadi di Stefan&co (nama perusahaan Stefan) sedikitpun tidak merubah dirinya terhadap kecintaanya pada pekerjaannya. Maka Stefan memutuskan untuk memulai dari awal lagi, waktu itu Stefan tidak melihatnya namun Stefan menyadari bahwa dipecat dari Stefan&co merupakan hal terbaik yang menimpa hidupnnya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh kelulusan sebagai pemula, segala sesuatunya terlihat lebih jelas.

Hal itu mengantarkan Stefan menjadi Stefan yang sangat kreatif didalam hidupnya, dalam lima tahun berikutnya, Stefan mendirikan perusahaan bernama NaXT, lalu Picshark, dan jatuh cinta kepada wanita istimewa yang kemudian menjadi istrinya. Picshark bertumbuh menjadi perusahaan yang menyiptakan film animasi computer pertama, yang berjudul Story of Toy, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui serangkaian peristiwa yang menakjubkan, Stefan&co membeli NaXT, dan akhirnya Stefan kembali lagi ke perusahaan yang didirikan pertama olehnya sendiri Stefan&co. dan teknologi yang dikembangkan di NaXT menjadi jantung bagi kebangkitan Stefan&co kembali. Lalu Lawrence (istri Stefan) dan Stefan memiliki keluarga yang luar biasa. Tamat.

(Strong Quotes)
Kisah diatas merupakan kisah nyata (based on true story) kisah hidup dari Steve Jobs, dimana di dalam cerita :
1. Stefan adalah Steve Jobs
2. Wiz adalah Steve Wozniak (Woz)
3. Lawrence adalah Laurene Powell (istri Steve Jobs)
Perusahaan :
1. Stefan&co adalah Apple
2. NaXT adalah NeXT
3. Picshark adalah Pixar
4. Story of Toy adalah Toy Story (film)

Dari kisah diatas kita dapat menarik pelajaran bahwa hidup tidak boleh menyerah begitu saja, karena kegagalan sejati terjadi ketika kita berhenti berusaha atau mencoba kembali.

Dari kisah diatas Steve Jobs tidak mengetahui apa gunanya tipografi yang ia pelajari semasa kuliah, dan akhirnya tipografi tersebut menjadi dasar untuk pembuatan computer dengan tipografi cantik pertama di dunia. Dan karena windows menjiplak Mac dalam hal ini, maka mungkin saat ini tidak ada PC seperti ini bila Steve Jobs tidak di DO dan bekesempatan mengikuti kelas Kaligrafi.